Menggunakan baju muslim
seharusnya menjadi budaya untuk umat Islam. Remaja Islami tercermin
dari pakaian yang digunakan. Berpakaian yang baik dan menutup aurat
adalah wajib bagi setiap muslim. Baju remaja sekarang, pada umumnya tidak mencerminkan budaya Islam. Tren baju
di Indonesia berkembang mengikuti tren dari Jepang, Korea,China dan
budaya barat, dengan model baju terbuka, yang memperlihatkan lekuk
tubuh. Baju yang tidak sesuai aturan Islam, telah menjadi pakaian yang
umum digunakan.
Tidak usah gengsi menggunakan pakaian muslim. Sekarang model pakaian
muslim tidak ketinggalan jaman. Baju muslim diharapkan menjadi tren
baru, di lingkungan remaja. Berbagai model pakaian, jilbab, mukena, dan
aksesoris, untuk remaja perempuan sangat beragam. Begitu juga dengan
pakaian untuk pria, semakin berfariasi dengan model yang menarik. Usia
remaja dapat diarahkan pada perilaku yang baik, termasuk dalam
berpakaian. Busana muslim memang seharusnya menjadi tren baju di
Indonesia, sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar.
Perkembangan
baju muslim di Indonesia mulai meningkat. Baju remaja muslim yang baik,
harus memperhatikan aturan Islam. Meskipun lebih modis tetapi tidak
meninggalkan fungsi pokok, menutup aurat. Baju remaja yang digunakan
dapat memberikan rasa percaya diri,
nyaman, dan aman, sehingga kita tidak sungkan memakainya. Jika
berpakaian muslim datang dari keinginan sendiri, maka tidak akan merasa
terbebani menggunakannya. Tetapi tidak jarang yang berpakaian muslim,
karena mengikuti tren baju yang sedang berkembang di masyarakat.
Pakaian
muslim bisa dipakai di mana saja. Tidak hanya untuk mengikuti
pengajian, tetapi untuk aktifitas sehari-hari. Baju remaja muslim dapat
dipakai untuk belajar di sekolah, atau untuk kegiatan di luar rumah.
Beberapa sekolah mulai berlaku peraturan, yang menetapkan penggunaan
baju muslim. Di sekolah Islam, terlebih di Madrasah mewajibkan siswanya
untuk berpakaian muslim. Dengan berpakaian tertutup, dapat mencegah
tindak kejahatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.



















0 komentar:
Posting Komentar